kata saya, tempat sampah

P7090065Jika anda perhatikan, gambar di samping ini hanya sekedar tempat sampah biasa yang disimpan di salah satu sudut tembok gedung tempatku bekerja. Tempat sampah ini sudah berada disana, sendirian, selama hampir 2 tahun. Usia yang sudah cukup lama untuk tampilannya yang masih saja mengkilap, berdiri tegap, dan siap menampung sampah merek apapun yang dimuntahkan di atasnya.

Tapi, ada yang istimewa dari tempat sampah ini, lubang kecil berbentuk kotak di salah satu sisinya ternyata di tutup. Cukup lama saya memikirkan mengapa tempat sampah sebagus ini justru menjadi tidak berguna hanya karena lubang sampahnya ditutup, “tidak kreatif ” pikirku saat ini. Dan yang ada justru hanya sekotak pasir hitam di atasnya yang saat dilihat pun tidak mampu meyakinkan saya ataupun anda mengenai kemampuannya sebagai tempat sampah. Sungguh kasihan.P7090062 Sampai kemudian, setelah beberapa minggu di sana, ada juga sampah kecil yang mengisinya. Sampah yang tiap hari berceceran di sekitar kantorku ternyata sudah menemukan tempatnya, tempat yang hangat, tidak basah, dan tentunya dialasi dengan pasir hitam. Apalagi kalau bukan pasir ditempat sampah itu. Dan sampah itu ternyata puntung dan bungkus  rokok dari berbagai merek, impor maupun lokalan.

Dan hari ini, setelah melintas beberapa kali di dekatnya, baru saya tersadar ternyata kotak pasir itu mampu menampung sisa puntung rokok hingga 4 bulan lamanya. Buktinya, gambar di atas adalah sisa-sisa “peninggalan” orang-orang yang tiap pagi, siang dan sore hari selama beberapa bulan ini, yang secara sukarela menancapkan puntung rokoknya di dalam kotak pasir tersebut, plus dengan pembungkusnya. Pemandangan yang menakjubkan jika melihat foto tersebut, apalagi jika saya sedikit kreatif untuk menyambung tiap puntung rokok tersebut, kira-kira panjangnya mencapai 2 meter.

Pemandangan seperti ini bukan hanya di kantor ku, tetapi juga di tempat lain di seantero PT Inco Tbk. Program “disiplinisasi” para penikmat rokok mewajibkan perusahaan untuk menyediakan tempat sampah cantik seperti ini di beberapa smoking area yang telah ditentukan sebelumnya. Dan di tempat itulah, tempat sampah ini dengan setiap menjalankan tugasnya, menerima tiap puntung rokok yang ditancapkan di atasnya🙂 .

HotNews: Kontes SEO Aristia Wida Rukmi

 

6 Responses to “kata saya, tempat sampah”


  1. 1 chokey July 9, 2009 at 4:37 pm

    rupanya semakin maju neh ngeblognya…
    tunggu my new release !…saat ini inimo dulu yang dilihat..karena tak lama lagi saudara kembarnya akan muncul….yang lebih dahsyat…ewako !!

  2. 3 Blogodolar July 10, 2009 at 10:56 am

    Kalo di blog ini smoking area gak Mas?

  3. 4 Babesajabu July 10, 2009 at 1:45 pm

    Nice Post, Bro. Sekedar saran, kalau bisa gambar nya sedikit diperbesar biar lebih jelas, atau buat link image nya supaya bisa di klik dan gambarnya bisa lebih besar.
    Salam…

    • 5 adhi July 10, 2009 at 2:07 pm

      thanks atas masukannya
      iya pengen juga gambarnya gede2, tapi pas ngeliat ada limitasi kapasitas, jadi gambarnya dikecilkan saja, biar bisa banyak postingannya nanti🙂

  4. 6 franky July 11, 2009 at 11:29 am

    Sekilas saya lihat gambarnya kayak mimbar..eh ternyata “asbak rokok”..hehe postingannya sudah ramai bro.
    Aku sudah pasang link kamu dengan anchor tag kuttumbaba.Bisa dicheck pada BLOG TEMAN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: