Ketiduran atau Tertidur ?

imagesSorry ketiduran, masih main tennis kah? ” Demikian bunyi balasan SMS yang saya terima Ahad kemarin saat mengajak seorang teman ikut bermain tenis. Mungkin isi SMS ini biasa-biasa saja bagi anda, bahkan sering kali anda menerima SMS yang mengatakan “sorry saya ketiduran…” Tetapi bagi saya, tiap kali menerima SMS seperti ini, tidak lagi menjadi biasa buat saya. Mau tau kenapa ?

Saya ingin mengajak anda untuk kembali mengingat pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 3 SD dulu. Sudah cukup lama ya, dan semoga anda masih mengingatnya. Pelajaran mengenai awalan, sisipan, ataupun akhiran. salah satu pelajaran itu mengenai kombinasi awalan-akhiran ke – an, dan juga awalan ter- . jika kata ditambahkan ke+katakerja+an, maka akan bermakna menjadi akibat dari sesuatu / objek sesuatu, dan untuk awalan ter+kata kerja biasanya bermakna sesuatu yang terjadi dengan sendirinya.

Nah dari sini, saya akan mengajak anda untuk kembali ke isi SMS yang saya terima, untuk tidak lupa maka saya tuliskan kembali :

Sorry ketiduran, masih main tennis kah?

Dan mari kita analisa kata ketiduran di atas. Dari maknanya, kata ketiduran (Ke+tidur+an) berarti si penulis sedang menjadi objek oleh sesuatu yang menidurinya [mulai pusing kan hehehehe🙂 ]. Sehingga seolah-olah dia sedang ditiduri oleh sesuatu🙂.  Ini sama jika anda berkata pada teman ada “wah, semalam saya kejatuhan tangga”. Makna kata kejatuhan disini sama kan ? berarti ada yang menjatuhinya, yaitu tangga😛.

Sekarang kita ganti kata ketiduran dengan tertidur. Tertidur dapat diartikan proses yang terjadi dengan sendirinya, atau dapat dikatakan anda tidur dengan sendirinya. Sama dengan terjatuh, berarti sesuatu itu terjadi dengan sendirinya. “saya terjatuh di lantai yang licin itu”. Jadi menurut saya isi SMS seharusnya seperti ini :

Sorry saya tertidur, masih main tennis kah?

Sehingga saya tidak harus bertanya lagi, ” siapa yang meniduri anda?” hehehe🙂. Dari sini kita belajar, bahwa pengunaan prinsip EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) dalam percakapan sehari-hari kita sudah tidak menjadi penting lagi, tetapi tanpa sadar makna kata-kata yang diucapkan bisa jadi sudah berubah. Sehingga menjadi penting bagi kita untuk kembali memperhatikan penggunaan kalimat yang benar dalam percakapan sehari-hari kita.

 

7 Responses to “Ketiduran atau Tertidur ?”


  1. 1 pank July 15, 2009 at 11:31 am

    tapi kata “ketiduran” sgt lazim d pakai… berbahaya juga…. heheheh

  2. 3 Rita July 16, 2009 at 7:37 am

    Iya, bener, jadi mikir….Yang pasti gak ada yg niduri Adhi khan? 😀
    kudu nginget eyd pokona….. siip…:D

  3. 5 chokey July 17, 2009 at 5:44 pm

    Hihiii…udah jadi salah satu kebiasaan adhi tuch ketiduran setelah capek hitung duid perusahaan

  4. 7 Babesajabu July 17, 2009 at 9:20 pm

    Selagi guru bahasa indonesia nya gak marah, gak pa2 deh. Hihihihi…(kalau dulu pasti takut dimarahin, soalnya gurunya galak…!!!)
    Salam…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: