Perubahan, sedikit banyak akan mempengaruhi diri kita, orang lain, bahkan semua rencana yang telah disusun. Perubahan itu bisa berupa perubahan positif ataupun perubahan negatif.
Efeknya pun berbeda, kadang kita menanggapinya secara positif, tetapi terkadang menjadi hal yang menimbulkan tanggapan negatif bagi kita dan orang lain.
Semisal, saat anda dan teman-teman merencanakan akan bertamasya ke Danau Matano. Anda sudah membagi tugas masing-masing, si A mengurus konsumsi, si B mengurus dana, si C mengurus tempat, si D mengurus Raft dan si E sebagai seksi “kompor”. Disaat H-1, tiba-tiba si C mengatakan pada anda dia tidak dapat ikut dan menyerahkan tugasnya ke E. Anda tahu, urusan tempat adalah hal sangat penting, tetapi kemudian menjadi tidak pasti (kembali). Mencari alternatif lain juga tidak mungkin dalam sehari. Dan pastinya, si C lah yang mengetahui seluk beluk tempat ini (karena dia yang mencari tempatnya).
Apa yang harus anda lakukan saat itu? Yup… ANDA HARUS MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG CEPAT.
Tapi pernahkan anda tanya bagaimana perasaan anda? Yang pastinya anda sangat kecewa pada si C. Mengapa saat injury time baru dia mengatakan hal tersebut. Marah, kecewa dan stres bisa jadi menimpa anda.
Pasti ada yang salah dalam kasus di atas, yaitu tidak adanya komunikasi. Si C pasti memiliki alasan kenapa dia seperti itu, tetapi di sisi lain tindakannya memiliki dampak yang buruk terhadap orang lain.
Mengkomunikasikan setiap perubahan atas sebuah kesepakatan itu lebih baik. Hal ini menghidarkan kita dari sikap apatis orang lain yang mungkin sudah sangat berkomitmen dengan kesepakatan tersebut. Di lain pihak, hal itu membantu orang lain untuk tidak ber-dzuudzon terhadap kita (dan menolong orang lain untuk tidak berdosa kan???).
Mengkomunikasikan sesuatu pada orang berarti kita menghargai orang lain. Bahkan sebuah perbedaan bisa terselesaikan dengan komunikasi. Persoalan diterima atau tidak apa yang kita argumentasikan kepada mereka, itu urusan ke duabelas. Mungkin ada kalanya orang tidak akan sependapat, dan kita harus berlapang dada. Tetapi yang menjadi penting adalah niat dan cara kita mengkomunikasikannya.

For you…..

Hari ini ada perubahan rencana yang baru saya dengar dari mama’. Itupun baru kemarin ummi bilang ke mama. Jujur saya kaget. Yah.. seperti katamu. Sabar…. (haruska???? Again…..)

0 Responses to “Komunikasi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: